Pembacaan Karya Sastra dan Workshop bersama Marius Hulpe dan Aan Mansyur

  • PDF

...wir lachten
und nahmen eine Fähre zurück,
schon wurde es Morgen.
noch wusste ich nichts
von meinem Glück...
(Ausschnitt vom Traum)...kita tertawa
dan menaiki feri untuk kembali,
sementara hari sudah mulai terang.
aku belum menyadari
nasib baikku...
(Terjemahan potongan Puisi Traum ~ Marius Hulpe)

FBS – Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNM menggelar pembacaan karya sastra dan workshop di Gedung Phinisi UNM. Kegiatan yang diselenggarakan ini atas kerjasama Fakultas Bahasa dan Sastra UNM, Lembaga Penelitian UNM, Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI), dan diinisiasi oleh Goethe Institut Indonesia berlangsung dengan sangat meriah. Para peserta yang hadir adalah dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, guru Bahasa Jerman, perwakilan mahasiswa dan siswa dari berbagai sekolah di Makassar.

Selain menghadirkan peserta yang mencapai 100 orang, kegiatan ini juga menghadirkan tamu istimewa sekaligus sebagai pemateri dalam workshop karya sastra. Mereka adalah Marius Hulpe dan Aan Mansyur. Marius Hulpe adalah seorang penulis berkebangsaan Jerman yang telah beberapa kali mendapatkan penghargaan sastra Westfalia dan memperoleh beberapa beasiswa. Sama halnya dengan Marius Hulpe, Aan Mansyur juga merupakan penulis asal Sulawesi Selatan yang telah menghasilkan karya-karya kreatif dan terkenal. Salah satu karya terbarunya adalah Tidak Ada New York Hari ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Dekan FBS UNM, Dr. H. Syarifuddin Dollah, M.Pd dalam sambutannya bahwa beliau berterima kasih atas kesediaan Marius Hulpe dan Aan Mansyur menghadiri kegiatan pembacaan karya sastra sekaligus sebagai pemateri  dalam workshop karya sastra dan berharap kepada para mahasiswa bahwa kelak mereka tidak hanya menikmati karya sastra tetapi juga dapat membuat karya sastra.

“Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan Marius Hulpe dan dinda Aan Mansyur menghadiri kegiatan ini. Bagi para mahasiswa, saya berharap bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan respektif terhadap karya sastra tetapi juga memiliki kemampuan produktif“ ungkapnya.

You are here: Home